Changing and the Coaching of OSAI (Organisasi Santri Al-Ikhlas)

(Humas, 25 Februari 2020) OSAI (Organisasi Santri Al-Ikhlas) merupakan organisasi terkemuka di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung sebagai wadah untuk santri/santriwati melatih diri menjadi pemimpin yang lebih baik dan bertanggung jawab serta menjadi panutan baik bagi santri pondok pesantren maupun masyarakat. Pada Periode OSAI 2020/2021 tejadi banyak perubahan dari segi struktur pembagian divisi yang bertambah yakni berjumlah sekitar 13 divisi yang melibatkan seluruh santri/santriwati kelas XI tingkat Madrasah Aliyah sedangkan periode sebelumnya hanya melibatkan sebagian dari santri/santriwati yang menjadi pengurus OSAI.

Pada 23 Februari 2020, seluruh organisator berkumpul di ruang aula pertemuan guna mengikuti pelatihan dasar sekaligus pembekalan seputar pemimpin. Pada pelatihan ini, tidak hanya dihadiri oleh para pengurus OSAI melainkan dihadiri pula oleh beberapa pembina pondok pesantren, seperti Wakil Kepala Kesiswaan Madrasah Aliyah, Pembina OSAI, dan beberapa lainnya serta pemateri yang merupakan alumni dan telah menjadi speaker dan leader coach di beberapa pelatihan kepemimpinan yang dilaksanakan di sekolah-sekolah, beliau adalah Muhammad Asriady, S,Hd., M.Th.I.

Beliau menceritakan pengalaman organisasinya selama duduk di bangku sekolah hingga perkuliahan yang dapat menjadi motivasi bagi banyak orang. Sungguh pengalaman yang luar biasa.

Beliau membahas beberapa hal tentang pemimpin, beliau berkata bahwa ”leader is the one who knows the way, show the way, and goes the way.” Pemimpin merupakan orang yang tahu apa yang akan dijalankan dan merealisasikannya dengan baik pula sehingga tercapainya hasil yang diinginkan, karena pemimpin bukan hanya memerintah bertitah bak sang raja melainkan menjadi first example bagi yang lainnya.

Dalam pelatihan beliau juga berkata, keberhasilan seorang pemimpin itu saat mampu menciptakan pemimpin yang lebih baik dari diri pemimpin itu sendiri. Itulah keberhasilan pemimpin sesungguhnya. Begitu banyak motivasi yang beliau berikan dengan tujuan menjadikan para organisator menjalankan tugasnya dengan baik, bertanggung jawab, menumbuhkan self-confidence, dan mendorong untuk melakukan perubahan ke dimensi yang lebih baik.

Dengan perubahan OSAI ini diharapkan para organisator dapat membantu mengawasi santri/santriwati karena merupakan perpanjangan tangan dari ustadz dan ustadzah yang akan memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman yang sangat berguna di masa yang akan datang. The important thing is jadilah pemimpin yang sesungguhnya, menjadi panutan bagi yang lainnya yang terus melakukan perubahan yang lebih baik (agent of change), dan lebih unggul Maka dari itu, jadilah orang-orang yang berbahagia dengan melakukan perubahan karena kebahagiaan itu sendiri adalah kunci kesuksesan meraih tujuan bersama.

Sebuah ungkapan mengatakan bahwa “cintai apa yang kamu lakukan dan lakukan apa yang kamu cintai.” Ungkapan ini sangat bemakna bagi pengurus atau organisator sebagai motivasi tersendiri agar dapat melaksanakan tugas dengan sepenuh hati dan tentunya mudah karena telah mencintai tugas dan pekerjaan yang diberikan menjadikan segala sesuatunya bermakna dan berharga. It only needs love to make it easier.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *