Al-Ikhlas Kembali Cetak Santriwati Penghafal Al-Qur’an

  • 31 Maret 2021
  • 786 views
Al-Ikhlas Kembali Cetak Santriwati Penghafal Al-Qur’an Setoran Hafalan Terakhir Juz 30 Santriwati Andi Amanah Salsabila F (Dok. alikhlasbone.ac.id, 2021)

UJUNG, ALIKHLASBONE.AC.ID, (28/3/21), Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone kembali mencetak penghafal al-qur’an. Kali ini datang dari seorang santriwati kelas XI madrasah aliyah, Andi Amanah Salsabila F yang merupakan putri dari pasangan H. Amar Ma’ruf, S.Ag., M.Pd.I dan Dr. Hj. Najmah Jamal. Santriwati asal Bulukumba yang dikenal dengan tutur katanya yang lembut ini dapat menyelesaikan hafalan 30 juz dengan jangka waktu singkat yaitu 1 tahun 7 bulan.

Proses penyelesaian setoran akhir yang digelar di Masjid Pondok Pesantren Al-Ikhlas berlangsung dengan penuh khidmat, disaksikan oleh Gurutta al-Hafiz Irfan, S.Pd.I.  selaku koordinator program tahfiz putri, dan Harnida, S.Pd. yang merupakan pembina tahfiz putri serta santriwati yang tergabung dalam program tersebut juga ikut menyimak dengan raut wajah yang menunjukkan keseriusan. Salsabila akhirnya menyetorkan hafalan juz 30 sebagai setoran akhir sebelum nanti akan digelar khataman secara umum.

Santriwati yang biasa disapa Salsa ini, juga dikenal sebagai pribadi yang tekun dan giat dalam menghafal al-qur’an, dan diharapkan akan menjadi motivasi kepada teman-teman serta adik-adiknya untuk lebih giat pula dalam menghafal al-qur’an. Ketekunannya selama ini membuahkan hasil dengan menyelesaikan hafalan dalam jangka waktu yang terbilang sangat cepat. Hal itu diungkapkan koordinator tahfiz putri.

Andi Amanah Salsabila F, Santriwati Kelas XI Kelas Tahfiz Putri (Dok. alikhlasbone.ac.id, 2021)

“A. Amanah adalah santriwati yang bisa membagi waktu dalam menghafal, istirahat serta bersosialisasi, terbukti dia dapat menyetor empat hingga lima halaman setiap harinya,” terang Irfan al-Hafiz.

Salsa tidak dapat menutupi kebahagiaan yang dirasakan, dalam wawancara singkat dengan tim alikhlasbone.ac.id. Namun, hafizah ini tidak ingin lengah dan akan selalu mengantisipasi hafalannya dengan rajin melakukan muraaja’ah.

“Ada rasa bahagia ustazah, Tapi ini masih permulaan dan perjuangan masih panjang dalam menjaga hafalan” tutur salsa.

Dengan niat yang tulus karena Allah dibarengi kesungguhan serta ridho orang tua, Salsa akhirnya berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz serta membanggakan kedua orang tuanya di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga ke depannya Pesantren Al-Ikhlas semakin produktif dalam melahirkan penghafal-penghafal al-qur’an. (sy/aibs)

Ditulis oleh: Admin